Ampenan1992 : Akhir Cerita Bioskop Ramayana. BIOSKOP : Sejumlah warga terlihat di depan Chung Hua / Cwen Theater / Bioskop Ramayana di Ampenan sekitar tahun 1948. (Sumber ; Tropenmuseum) Hingga awal dekade 90-an, saat Lombok masih punya banyak bioskop ada sosok yang selalu ditunggu. Mobil keliling yang menyiarkan jadwal tayang film ke pelosok 9Rekomendasi KDrama Akhir Pekan yang Tayang Juli 2022, Ada Big Mouth! Akhir pekan menjadi waktu yang paling disukai oleh penikmat kdrama untuk dapat menghabiskan waktu santai dengan menonton sederet kdrama terbaru. Drama-drama yang tayang pada akhir pekan ini pun kerap jadi pilihan untuk ditonton. Memasuki bulan Juli ini, ada banyak sekali Padacontoh cerita liburan akhir pekan di atas, ada kalimat Bahasa Inggris tidak menggunakan verb 2 (He asked me to meet him for breakfast) yaitu kata kerja meet. Di sini meet tidak dirubah menjadi met (verb 2) karena merupakan infinitive. Dalam kalimat ini, setelah to harus diikuti kata kerja Verb 1. HoaksMembunuh Ayahku: Menyingkap pandemi lain di Indonesia. Varian Delta dituding sebagai penyebab gelombang terbaru COVID-19 di Indonesia, yang pada hari Selasa melaporkan lebih dari 2.000 kematian. Namun, ada hal lain yang nampaknya turut menyumbang kenaikan angka kasus, yaitu hoaks dan misinformasi. Keduanya mendorong keengganan masyarakat Bagianterakhir merupakan resolution, yaitu penyelesaian masalah yang ada di dalam cerita. Di bagian ini, akan ada happy ending ataupun sad ending. Selain itu, di dalam resolution juga terdapat pesan moral (moral value) yang bisa dipetik oleh para pembaca. Contoh Narrative Text dalam Berbagai Tema EiichiroOda saat ini sedang berlibur untuk mempersiapkan alur cerita terakhir di serinya. Dan menurut informasinya sendiri saga terakhir ini sudah akan mulai sejak chapter 1054 mendatang. Dengan informasi dari website resminya tersebut muncul pertanyaan besar. Apakah artinya saga terakhir ini juga merupakan bagian dari Wano Country Saga? . Dalam sebuah cerita selalu dimulai dengan pembukaan atau prolog dan diakhiri dengan epilog. Bagian epilog dibuat demi mengakhiri kisah agar menjadi indah dan berkesan bagi para penikmat sajian sastra. Meski merupakan akhir dari cerita, namun epilog adalah isi kesimpulan dan pelajaran yang bisa diambil pembaca, penonton, serta pendengar dalam sebuah pementasan. Di sisi lain, epilog adalah bentuk amanat dalam cerita. Epilog biasanya memuat kata-kata bijak, bentuk refleksi, pelajaran moral, dan nilai-nilai tertentu. Ada pula yang mengatakan bahwa epilog adalah penyelesaian konflik dalam sebuah pengisahan. Pengertian Epilog Terma epilog erat kaitannya dengan karya sastra seperti cerita, kisah, dan drama. Epilog adalah penutup dalam sebuah pengisahan, tanpa atau dengan dialog. Apabila dirunut dalam bagian kisahnya, epilog adalah segala kata, ungkapan, dan dialog yang berisi amanat dalam sebuah cerita atau kisah. Selain amanat, epilog adalah bisa disebut sebagai kesimpulan dan memuat pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca dan penonton. Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI epilog adalah bagian penutup pada karya sastra, yang fungsinya menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pada akhir cerita. Di sisi lain di KBBI epilog juga diartikan sebagai pidato singkat pada akhir drama yang memuat komentar tentang apa yang dilakonkan serta peristiwa terakhir yang menyelesaikan peristiwa induk Dalam sejarahnya kelahiran kata epilog berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti epilogos, yaitu kesimpulan. Dikutip dari buku Terampil Bermain Drama, karya Asul Wiyanto, epilog atau yang kadang disebut sebagai outro yang bersifat retoris, yakni mengajak para pembaca, pendengar, atau penonton untuk menangkap hikmah di balik cerita atau pertunjukkan yang dipentaskan. Dalam sebuah naskah drama, pada umumnya epilog berada di bagian akhir dan digunakan sebagai penegas persoalan dalam pementasan. Ketiadaan epilog dapat berakibat fatal, biasanya pembaca atau penonton akan kesulitan memahami kisah yang sudah diceritakan atau dipertontonkan. Meski berada di akhir kesah atau menjadi penutup cerita, namun epilog adalah kunci penting, apakah cerita akan meninggalkan kesan atau hanya dilupakan. Selain itu, epilog adalah wujud amanat atau pesan yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca, penonton, atau pendengar. Kata-kata bijak, bentuk refleksi, pelajaran moral, dan nilai-nilai tertentu akan dimunculkan dalam epilog. Epilog memiliki korelasi terhadap masalah konflik dalam setiap karya sastra, epilog adalah bentuk penyelesaian masalahnya. Epilog digunakan untuk menafsirkan isi cerita dan maksudnya. Bisa dikatakan bahwa epilog adalah bagian dari amanat dan penegasan kisah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk bisa menemukan epilog sangat mudah. Pada bagian akhir dalam sebuah pementasan atau pengisahan cerita pasti akan ada epilog. Meski sebenarnya tidak semua drama dan cerita mengadopsi epilog untuk memahamkan pembaca, penonton, dan pendengarnya. Ciri-Ciri Epilog Dalam sebuah cerita epilog memiliki ciri-ciri, antara lain 1. Epilog letaknya berada di akhir Epilog memiliki bentuk berupa kesimpulan yang berisikan hikmah, intisari, dan kata-kata bijak. 3. Epilog secara singkat membahas kembali nasib tokoh di akhir Dalam epilog berisikan ucapan terima kasih dari penulis kepada pembaca. 5. Jikalau cerita akan berlanjut ke seri berikutnya, maka epilog akan menjembatani cerita yang telah ada dengan cerita yang akan ada di masa mendatang. Penjelasan Singkat Tentang Prolog Setelah mengulas tentang epilog, maka selanjutnya adalah mengenal prolog. Prolog adalah pengantar suatu naskah yang dapat berupa dialog atau kilas balik dari suatu peristiwa yang terjadi dalam cerita. Pada dasarnya prolog sifatnya tidak wajib. Prolog yang baik akan membuat pembaca semakin tertarik dan penasaran dengan isi cerita suatu karya sastra. Dapat diartikan prolog adalah pengantar teks dengan satu atau lebih deskripsi atau pendapat penulis tentang cerita yang akan disajikan. Apakah itu dapat ditafsirkan, prolog adalah acara sementara atau sementara. Dalam naskah cerita, fungsi prolog adalah menjadi penjelas dan pengungkap situasi. Prolog telah disusun untuk mencoba mendapatkan perhatian pembaca terhadap konten dalam sebuah novel novel, atau minat pada penonton dalam pertunjukan drama atau teater. Itulah sebabnya prolog biasanya berisi ringkasan permainan dalam sebuah drama, pengantar tokoh dan konflik yang akan terjadi dalam cerita. Prolog memainkan peran penting dalam memainkan drama, karena ia bekerja untuk kepentingan besar pembaca untuk mengikuti drama dan baris tertulis dari drama tertulis. Itulah sebabnya prolog berisi permainan pilihan, perkenalan karakter dan karakter, dan konflik dalam sebuah drama. Demikianlah ulasan tentang epilog dan prolog yang penting dari sebuah karya sastra. Epilog memiliki fungsi sebagai penyampai amanat, kesimpulan, kandungan intisari, dan hikmah serta menegaskan pesan moral dari berbagai konflik yang terselesaikan di dalam suatu cerita. Karena itu, epilog umumnya berisi kata-kata mutiara atau kalimat bijak yang disertai dengan ucapan terima kasih. Apa Itu Alur FlashBack?Ciri-ciri Alur Flashback1. Diawali dengan konflik cerita atau penyelesaian Latar belakang terjadinya konflik sudah selesai3. Alur mundur biasanya menggunakan setting pada masa lampau. 4. Ciri-ciri alur mundur selanjutnya adalah memperhatikan transisi Alur mundur harus memiliki konflik yang kuat. 6. Disarankan untuk penulis yang sudah memahami format atau penulisan alur. Kelebihan Alur FlashbackKekurangan Alur FlashbackContoh Alur FlashbackFAQ Seputar Alur Flashback Dalam menulis sebuah karya sastra, baik itu buku, novel, cerpen, naskah drama, atau naskah film, pasti terkandung unsur intrinsik di dalamnya. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dari sebuah karya sastra. Komponen yang terdapat di dalam unsur intrinsik tersebut adalah tema, penokohan, alur cerita yang terdiri dari alur maju, alur flashback, atau alur campuran, gaya bahasa, sudut pandang, amanat, dan lain-lain. Berbagai unsur tersebut harus termuat di dalam sebuah karya sastra karena membangun satu sama lain. Biasanya dalam menulis karya sastra, unsur intrinsik utama yang paling diperhatikan adalah alur. Alur sendiri secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur atau sorot balik atau alur flashback, dan alur campuran atau maju mundur. Alur merupakan rangkaian atau urutan peristiwa yang direka dan dijalin sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita sampai mencapai klimaks dan akhir cerita. Selanjutnya, alur akan menjadi lika-liku dalam sebuah karya sastra yang menjadi kekuatan terbesar dari cerpen, novel, drama, atau film yang dibuat. Unsur-unsur atau aturan yang dimuat di dalam penulisan atau pembuatan alur ini nantilah yang akan menentukan apakah alur tersebut termasuk alur maju, alur mundur atau flashback, atau alur campuran. Oleh sebab itu, penulis harus memahami perbedaan ketiga alur tersebut. Maka dari itu, di bawah ini akan dijelaskan pengertian salah satu alur yang biasa dipakai pada karya sastra saat ini, yakni alur flashback. Selain memahami pengertian dari alur flashback, Anda kemudian juga diantarkan untuk memahami berbagai aspek di dalam alur flashback. Apa Itu Alur FlashBack? Alur merupakan salah satu unsur intrinsik yang harus ada atau terkandung di dalam mengarang cerita, baik novel, cerpen, naskah drama, atau naskah film. Alur dibagi menjadi tiga, yaitu alur maju, alur mundur atau alur flashback, dan alur campuran. Alur mundur atau alur flashback akan dijelaskan lebih rinci di sini. Alur mundur atau alur flashback yang juga disebut alur sorot balik merupakan tahapan cerita yang dibuat oleh pengarang dengan mendahulukan akhir cerita sebagai pembuka cerita yang kemudian tahapan tersebut akan dikembalikan lagi menuju awal cerita. Artinya alur cerita pada alur flashback ini nanti akan membawa pembaca untuk mengetahui dulu akhir ceritanya. Alur mundur atau alur flashback juga bisa diartikan sebagai alur yang membawa pembaca ke akhir cerita dengan memulai peristiwa dari klimaks, kemudian kembali ke awal cerita menuju akhir. Tahapan alur mundur atau alur flashback yaitu klimaks – antiklimaks – akhir – peruwitan – awal. Atau bisa jadi, alur flashback ini nanti akan membawa pembaca ke tahap tengah terlebih dahulu baru dibawa ke tahap awal atau awal cerita terjadi atau dikisahkan. Ciri-ciri karya sastra yang memuat alur mundur atau alur flashback ini nanti biasanya akan langsung menyuguhkan berbagai adegan konflik di dalamnya. Bahkan, beberapa karya sastra yang memiliki alur flashback ini nanti akan langsung menyuguhkan alur yang memiliki konflik sangat meruncing. Padahal di situ, pembaca belum mengetahui bagaimana situasi dan permasalahan yang menyebabkan terjadinya konflik dan pertentangan di dalam cerita tersebut. Artinya, alur mundur atau alur flashback merupakan proses jalannya cerita secara tidak urut. Karena biasanya pengarang menyampaikan cerita dimulai dari konflik menuju penyelesaian, dan kemudian kembali menceritakan latar belakang timbulnya konflik atau masa lalu tokoh dengan menggunakan alur mundur atau alur flashback ini. Semua awal kisah di dalam alur flashback justru akan diceritakan atau dikisahkan sesudah peristiwa-peristiwa konflik atau permasalahan secara kronologis di akhir karya sastra. Jika ditulis dalam bentuk skema atau secara garis besar alur flashback sebagai berikut D 1 A B C D 2 E D 1. Awal dari cerita yang memiliki cerita yakni tokoh A, B, dan C adalah tokoh yang ditinggalkan dalam peristiwa atau cerita yang disorot balik dan memiliki kemelut atau masalah utama pada rumah tangga tokoh. D 2 sengaja dibuat sedemikian rupa untuk dapat menegaskan adanya pertalian kronologis D 1 dan E merupakan kelanjutan peristiwa cerita awal D 1 yang memiliki akhir cerita. Alur flashback juga merupakan pembalikan cerita atau sorot balik dari berbagai peristiwa yang diawali konflik baru ke tahap awal atau perkenalan. Setelah menulis atau mengarang inti cerita atau konflik cerita dan akan masuk ke tahap sebelumnya atau perkenalan, bisa dilakukan beberapa cara. Penulis bisa seolah menuliskan tokoh untuk merenung dan akhirnya terungkap cerita masa lalunya, atau penulis bisa seolah menceritakan seorang tokoh menceritakan ke tokoh lain mengenai cerita masa lalunya, baik secara lisan maupun tertulis, tokoh juga bisa menceritakan mengenai tokoh lain yang menceritakan masa lalunya, atau diceritakan sendiri oleh penulis. Baca Juga 21 Jenis-Jenis Novel Berdasarkan Genrenya Cara Membuat Buku Novel Cara Menjadi Penulis Novel Cara Memulai Menulis Novel Cara Menulis Novel untuk Pemula Penokohan dalam Menulis Buku Novel Tips Merancang Setting Novel Ciri-ciri Alur Flashback Untuk dapat membedakan alur maju, alur mundur atau alur flashback, dan alur campuran, penulis lebih dulu harus mengetahui ciri-ciri atau perbedaan di antara ketiga alur tersebut. Meski sudah memahami pengertiannya, terkadang penulis pemula atau penulis baru masih bingung dalam memilih alur yang akan ia gunakan. Oleh sebab itu, berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri alur, terutama alur mundur atau alur flashback. Alur mundur atau alur flashback merupakan jenis alur cerita yang diawali dengan sebuah penyelesaian. Artinya jelas bahwa alur mundur akan memuat ciri-ciri konflik cerita yang diletakkan di awal cerita. Kemudian disusul dengan menulis latar belakang terjadinya konflik atau masa lalu tokoh setelah penulisan konflik atau di bagian akhir cerita. Maksudnya, bahwa alur mundur ini memiliki ciri-ciri menuliskan akhir cerita atau latar belakang cerita di bagian akhir karya sastra atau tulisan. Selain dari alur terjadinya cerita atau tahapan cerita, alur mundur atau alur flashback juga memiliki ciri lain yaitu biasanya menggunakan setting pada masa lampau. Masa lampau ini harus ditulis secara mendetail dan jelas agar pembaca tidak kebingungan saat membaca cerita, apakah cerita yang ia baca adalah saat ini atau masa lampau si tokoh tersebut. Dalam menulis alur mundur, penulis harus memperhatikan transisi waktu yang terjadi di dalam alur cerita tersebut. Artinya, alur mundur memiliki ciri yakni ciri khas transisi waktu yang terjadi di cerita harus kuat sehingga dapat membangun alur mundur yang baik dan tidak membingungkan pembaca. Alur mundur juga harus memiliki konflik yang kuat. Maksudnya, ciri-ciri dari alur mundur ini harus memiliki konflik cerita yang kuat agar ketika menceritakan konflik demi konflik pada awal cerita, pembaca tidak akan bosan dan justru akan semakin tertarik membaca lanjutan cerita demi lanjutan cerita setelahnya. Hal ini karena pembaca sudah disuguhkan ending atau akhir cerita di bagian akhir tulisan. Sehingga akhir cerita ini harus menarik perhatian dan harus mengungkap rahasia besar yang akan menjawab pertanyaan pembaca di akhir cerita. Ciri-ciri alur mundur selanjutnya adalah alur flashback ini disarankan untuk ditulis oleh penulis-penulis yang sudah terbiasa menulis dengan menggunakan format atau struktur karangan yang konvensional. Mulai dari pengenalan karakter atau masalah, konflik terjadinya cerita, dan ending atau permasalahan. Jika dirangkum, inilah berbagai ciri-ciri dari alur flashback. 1. Diawali dengan konflik cerita atau penyelesaian cerita. Alur mundur akan lebih dulu menceritakan konflik dan penyelesaian cerita terlebih dahulu, baru masuk ke tahap latar belakang cerita atau awal mula terjadinya konflik. 2. Latar belakang terjadinya konflik sudah selesai Alasan terjadinya konflik atau bisa juga masa lalu yang dimiliki tokoh akan diceritakan setelah penulis menulis konflik dan penyelesaiannya. Artinya dalam menyampaikan latar belakang atau masa lalu tokoh ini, penulis harus sudah menyelesaikan konflik di dalamnya. 3. Alur mundur biasanya menggunakan setting pada masa lampau. Hal ini terjadi ketika konflik selesai, maka penulis akan membawa tokoh ke masa lalu atau masa lampaunya, sehingga setting masa lampau pasti ada pada alur mundur. Tetapi, penulis harus menulis setting masa lampau ini secara jelas dan mendetail. Jika setting cerita dituliskan kurang jelas, dikhawatirkan pembaca akan bingung menentukan alur cerita atau jalannya cerita yang dibuat oleh penulis dan menggunakan alur mundur ini. 4. Ciri-ciri alur mundur selanjutnya adalah memperhatikan transisi waktu. Transisi waktu yang terjadi antara konflik menuju penyelesaian masalah menuju latar belakang masalah atau masa lalu tokoh harus diceritakan dengan jelas dengan perbedaan yang harus bisa atau mudah dipahami oleh pembaca. 5. Alur mundur harus memiliki konflik yang kuat. Artinya ketika konflik yang terjadi di dalam cerita kuat, maka akan membuat pembaca semakin tertarik dan penasaran dengan ceritanya. Ketika konflik yang termuat tidak kuat, maka pembaca akan bosan dan bisa jadi tidak melanjutkan membaca cerita selanjutnya. 6. Disarankan untuk penulis yang sudah memahami format atau penulisan alur. Dalam hal ini, bukan berarti penulis pemula dilarang untuk menulis alur flashback. Akan tetapi, penulis yang sudah terbiasa menulis dengan format atau penulisan, terutama alur mundur akan lebih mengalir saat menulis alur mundur. Sedangkan penulis baru, ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar saat menulis cerita dengan alur mundur, ceritanya jelas dan tidak membuat pembaca bingung menentukan jalan cerita yang dibuat. Kelebihan Alur Flashback Dalam menentukan alur di dalam cerita, pasti ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap jenis alur. Salah satunya adalah alur mundur atau alur flashback. Dalam penulisannya, alur mundur tetap memiliki kelebihan dan tetap memiliki kekurangan. Berikut ini merupakan kelebihan dari alur mundur atau alur flashback. Kelebihan apabila penulis menggunakan alur mundur dalam cerita atau karya tulis yang dibuat adalah alur ini mampu membuat pembaca merasa penasaran dengan tahapan demi tahapan yang memuat kisah hidup tokoh di masa lalunya atau bagaimana awal dari konflik di dalam cerita bisa terjadinya. Alur ini juga menyimpan jalan cerita di masa lalu yang akan membuat pembaca menanti sebenarnya apa yang terjadi di awal kisah sampai pada terjadinya konflik yang dituliskan di bagian awal cerita. Kekurangan Alur Flashback Selain memiliki kelebihan, tentu saja penulisan alur mundur ini juga memiliki kekurangan di dalamnya. Memang pada dasarnya, alur mundur ini akan membuat pembaca semakin penasaran dengan tahapan cerita selanjutnya dan akan terus membaca cerita sampai memahami apa yang sebenarnya terjadi. Kasus di atas akan terjadi ketika jalan cerita dan konflik yang ditulis menarik dan jelas. Namun ketika konflik yang ditulis kurang kuat dan bias, maka pembaca bisa mengalami kebingungan saat membaca cerita demi cerita. Ia akan merasa bingung dan berhenti di tengah cerita. Pembaca yang tidak bingung juga bisa mengalami kebosanan karena konflik yang disuguhkan kurang jelas sehingga tidak mau melanjutkan ke jalan cerita berikutnya. Baca Juga Cara Menulis Cerpen Online Cara Membuat Pembukaan Cerpen Cara Menulis Cerpen yang Baik Langkah Menulis Cerpen Bagi Pemula Contoh Alur Flashback Penyesalan Nadia Pulang sekolah, aku melewati jalan yang biasa kulewati bersama Nadia dan Tami. Sayangnya, kali ini aku harus pulang sendiri karena Nadia dan Tami memiliki janji dengan teman masa kecilnya untuk makan siang di salah satu mall di dekat sekolah kami. Sembari bernyanyi, aku mengayuh sepedaku dengan santai. Saat sedang mengayuh sepeda, tiba-tiba di depanku terlihat kumpulan orang yang memperlihatkan raut wajah panik. “Ada kecelakaan, Neng,” ujar salah seorang abang-abang yang berlari ke arah kerumunan orang tadi. Aku lantas ingin tahu kecelakaan apa yang terjadi dan memarkirkan sepedaku di dekat pohon besar di dekat tempat kejadian tersebut. Kaget bukan kepalang saat aku melihat dua sahabatku Nadia dan Tami tergolek lemas karena terjatuh. Nadia dan Tami langsung dibopong oleh abang-abang ke angkutan umum dan akan dibawa ke rumah sakit. Tidak terlihat luka parah dari Nadia dan Tami, tapi aku ikut cemas dan berusaha menghubungi keluarga mereka. Sebelum insiden kecelakaan tersebut terjadi, aku sempat menanyakan alasan Nadia yang hari ini membawa sepeda motor milik kakaknya. “Aku nggak mau telat sampai lokasi. Jadi aku meminjam motor kakakku,” ujar Nadia kepadaku saat kutanya alasan membawa motor. Padahal, Nadia sendiri belum memiliki surat izin mengemudi SIM. Aku juga sempat meminta Nadia untuk naik angkutan umum yang lebih aman dan juga tak terjebak macet karena jalanan hari ini cukup lenggang, namun Nadia menolak dengan alasan takut terlambat. Sementara Tami juga sama sepertiku yang khawatir dan cukup cemas dengan keputusan Nadia membawa sepeda motor. “Ya sudah terserah Nadia saja, yang penting hati-hati ya, Nad. Soalnya aku juga nggak bawa helm,” tutur Tami saat akhirnya terbujuk oleh permintaan Nadia untuk membonceng dirinya naik motor. FAQ Seputar Alur Flashback Apakah ada alur flashback?Ada. Alur flashback ada di dalam jenis alur. Alur flashback akan menceritakan bagaimana konflik yang terjadi di dalam cerita, baru disusul dengan latar belakang cerita. Apa yang dimaksud dengan alur balik atau flashback?Alur flashback yang juga disebut alur sorot balik merupakan tahapan cerita yang dibuat oleh pengarang dengan mendahulukan akhir cerita sebagai pembuka cerita yang kemudian tahapan tersebut akan dikembalikan lagi menuju awal cerita. Artinya alur cerita pada alur flashback ini nanti akan membawa pembaca untuk mengetahui dulu akhir ceritanya Apa yang dimaksud flashback dalam drama?Sama halnya dengan karya sastra lain, alur flashback dalam drama merupakan jalan cerita di mana tokoh di dalam drama akan memainkan peran yang memunculkan konflik masalah, baru setelah itu tokoh akan membawa penonton menuju awal terjadinya konflik atau masa lalu tokoh. Apa yang dimaksud progresif dan flashback?Alur progresif dan alur flashback adalah dua alur yang saling berkebalikan. Alur progresif merupakan alur cerita yang bersifat runtut dan teratur. Menceritakan bagaimana cerita dari awal mula hingga ke masa kini. Artinya menceritakan masa lalu, menuju ke konflik dan alur flashback adalah kebalikannya, yaitu menceritakan masa kini ke masa lalu. Yaitu menceritakan konflik terlebih dulu, baru setelah itu menceritakan latar belakang tokoh atau masa lalu tokoh. Artikel Terkait Pengertian Alur Cerita Teknis Menulis Buku Alur Novel Tips Membuat Alur Cerita yang Menarik Alur Cara Menerbitkan Buku Alur Struktur Buku Ajar 5 Alur Struktur Buku Ajar

ada di akhir cerita